Langsung ke konten utama

Postingan

Pertemuan Virtual Kedua Klinik Menulis #7

  Pertemuan Klinik Menulis #7 dalam ruang virtual bareng alumni Klinik Menulis pada Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 20.15 s.d. selesai. Pertemuan ini bertanggung "Ngobrol Proses Kreatif Menulis".  Alumni yang hadir dan berbagi pengalaman, di antaranya Joe Hasan, Najullah, Maria Ulfah, Adinda Hafa Februari, Fajar Timur. Dalam ruang ini mereka malah curhat ketidakproduktifan mereka karena selepas kelas menulis berakhir, sebagian besar habbit mereka terhenti. Maria Ulfah memberi saran diagendakan rutin bedah buku karya teman-teman Klinik Menulis di ruang virtual seperti ini. Semoga terwujud.
Postingan terbaru

Buku-Buku Karya Alumni Klinik Menulis

  Judul: Ziarah Penulis: Aris Rahman yusuf Penerbit: #Komentar Terbit: November 2024 Tebal: 40 hlm. Ukuran: 14 cm x 20 cm   ISBN: 978-623-5492-21-6 Genre: Puisi Masing-masing puisi Aris Rahman Yusuf mengangkat tema dan pendekatannya, menyuguhkan gambaran mendalam tentang pengalaman manusia. Dari pencarian kedamaian, kehangatan keluarga, hingga kekuatan cinta, semua terjalin dalam kata-kata yang indah dan penuh makna. Melalui karya-karya ini, penulis berhasil menggugah emosi pembaca, sekaligus menyentuh aspek universal yang melekat dalam kehidupan setiap individu.  Buku Aris Rahman Yusuf yang akan terbit dalam waktu dekat! Biodata Penulis Aris Rahman Yusuf  adalah penulis dan editor lepas. Dia suka menulis nonfiksi dan puisi. Buku puisinya yang sudah terbit, yaitu  Lelaki Hujan  dan  Ihwal Kematian Air Mata . Untuk mengenalnya bisa mengikuti IG-nya @aryus04. FB Aris . _______________________ Judul: Monolog Sayur dan Bumbu Seblak Penulis: Fauzan Mur...

Pertemuan Virtual Perdana Klinik Menulis #7

Pertemuan virtual perdana Klinik Menulis #7 pada Minggu, 8 Februari 2026 (pukul 20.00 - selesai) berjalan lancar. Agenda pertemuan ini adalah perkenalan dan penyampaian aturan main kelas menulis. Keseluruhan peserta ada 31 orang (11 puisi, 12 cerpen, 8 esai). Mereka akan belajar selama 2-3 bulan bersama ruang WA dan Google Meet. Hasil akhir pertemuan ini adalah karya peserta menghasilkan satu buku tunggal. Tidak menutup kemungkinan juga karya para peserta bisa dimuat di media massa lokal dan nasional.

Referensi Bacaan

SEBELUM MULAI MENULIS, WAJIB BACA REFERENSI BERIKUT!  1. Referensi empat buku alumni Klinik Menulis (puisi, cerpen, esai).  https://drive.google.com/drive/folders/19feKHK0dh1Lakndd2YT9X80l1FABBLwg?usp=sharing 2. Referensi buku karya pilihan NGEWIYAK.com (puisi, cerpen, esai) https://drive.google.com/file/d/1zxRmB4-6g2H9JjjASGFSAd9ZlXnAEk9y/view?usp=drive_link dan https://drive.google.com/file/d/1YftHvtNLXa_w5Ju32KHE293N25WueWuY/view?usp=drive_link 3. Referensi buku karya Encep Abdullah (puisi, cerpen, esai) https://drive.google.com/drive/folders/1nJCxHUZ_aoV51e75D3CkgfM3xzOf9xRw?usp=sharing 4. Materi singkat menulis puisi, cerpen, esai Encep Abdullah https://drive.google.com/drive/folders/1ls_7N-WRAQ360aAEamIa-2cfvDYbYWFM?usp=sharing 5. Daftar media online yang menerima tulisan puisi, cerpen, esai https://drive.google.com/file/d/17hQdR6vFz8_JsnQy00BbftDRXyQzYlJW/view?usp=sharing Referensi Lain   Referensi Bacaan Peserta Kelas Puisi   1.Puisi Chairil Anwar https://w...

Peserta Klinik Menulis Angkatan #7

  Untuk membuka kembali kelas menulis daring, barangkali saya-- Encep Abdullah , selaku penggagas dan mentor ruang ini--perlu menghela napas panjang, bahkan perlu bersemadi dulu di ruang hening. Tentu, kegiatan positif macam ini akan cukup menguras energi, waktu, dan pikiran karena harus mendampingi rekan-rekan untuk benar-benar menjadi penulis. Saya tidak hanya menerima kawan-kawan yang masih pemula, tetapi juga kawan-kawan yang barangkali sudah terlatih menulis tapi masih bingung harus bagaimana lagi, bahkan barangkali ada juga penulis yang sudah hebat tapi merasa belum istikamah dan konsisten untuk terus menulis. Oleh sebab itu, Klinik Menulis hadir untuk rekan sekalian. Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang sudah bergabung dan menjadi bagian dari ruang belajar bersama ini.  Berikut nama-nama peserta Klinik Menulis #7:   Kategori Puisi   Budi Santoso , dilahirkan di provinsi Lampung pada tahun 1999. No...

Cerpen Fauzan Murtadho | Apakah Kita Benar-Benar Sudah Merdeka?

Matahari telah memancarkan cahayanya. Sinarnya menghangatkanku yang sedang duduk santai di teras rumah. Anakku, yang usianya masih lima tahun menghampiri dan ikut duduk di sampingku. Ia menatap wajahku, dan aku membalas tatapannya. Beberapa kata keluar dari mulut mungilnya. “Pak, hari ini kita makan, gak?” tanyanya dengan suara lirih dan bibir yang memucat. Pertanyaan sederhana itu membuat hatiku terenyuh, mengguncang ketenanganku. Aku masih mengingatnya dengan jelas. Tiga tahun lalu, ibunya — istriku meninggalkan kami. Ia pergi karena tubuhnya tak kuat lagi menahan lapar. Hipoglikemia dan malnutrisi telah merenggutnya, setelah sekian lama ia memilih mendahulukan kami daripada dirinya sendiri. Ketika kuajak makan bersama, ia selalu tersenyum, menjawab, “Ibu udah makan, Pak,” atau “Bapak duluan saja, Ibu nyusul.” Senyum itu masih jelas tergambar seakan baru kemarin ia mengucapkannya. Aku menyesal, kenapa dulu aku tidak memaksanya untuk makan bersama kami? Walau porsi makan hanya cukup u...