Rangkuman materi dari Rois Rinaldi 1.Skill yang Harus Dimiliki Penulis di Era AI Penulis di era AI perlu memiliki kemampuan berpikir human-centric (berpusat pada manusia). Tanpa itu, penulis hanya bergantung pada prompt, padahal prompt bukanlah bentuk berpikir yang sesungguhnya. AI tidak memiliki kecerdasan emosional, sosial, dan budaya—padahal karya sastra lahir dari pengalaman manusia dan kebudayaan. Karena itu, kita harus memilih: berkarya sebagai manusia atau sekadar mengandalkan AI. Tidak menggunakan AI sama sekali mungkin kurang bijak, tetapi menyerahkan semuanya kepada AI juga berbahaya. Posisi terbaik adalah menjadikan AI sebagai asisten, bukan pengganti. Hal penting lainnya adalah original voice (suara otentik) dan tone of voice (warna khas penulis). Integritas harus dijaga. Misalnya, meskipun sebuah buku bisa dibuat cepat dengan bantuan prompt engineering, penulis tetap harus mengembalikan suara dan identitas dirinya ke dalam karya tersebut. 2.Cara Pengarang Besar Menja...
Puisi-Puisi Ela Fatihah (Kutuliskan Rinjani di Goa Walet, Tongkang Avisha Penuh Keberanian, Tendensi Manipulatif)
Ela Fatihah , dilahirkan dan besar bersama kedua orang tua di Serang. Lahir 11 Januari 1990, kemudian berhijrah tempat setelah menikah dan berkembang biak bersama anak- anak lucu dan kriwil di Cilegon. Tidak pernah mendapat penghargaan apa pun dalam bidang sastra, lebih fokus sebagai penikmat sastra, penikmat senyum anak, dan penikmat uang suami. Cukup sekian dan terima gaji. Puisi-Puisi Ela Fatihah Kutuliskan Rinjani di Goa Walet Epilog cerita: Kelak kau tahu Nak, pindah dari gunung ke gunung bukan dibanggakan Kelak kau tahu Nak, panggil aku ibu Lengkapi ceritamu pada proses manis melulu Rindu tak lekas dihancurkan, tapi berkesan menyenangkan Ibu tulis namamu di Goa Walet Tanpa jeda tanpa eja tanpa hampa: Dania Isaura Rinjani Ibu membayangkan berjalan di Desa Sembalun, menatap Danau Sagara anak dan menikmati nyanyian kicau burung Otus Jolandae. Bercerita lain, ibu gagal menjelajah isi bumi karena terpaut oleh isi hati Hai cantikku, angin lembutku kau lahir tanpa jeda Nafas...