Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Cerpen Fauzan Murtadho | Apakah Kita Benar-Benar Sudah Merdeka?

Matahari telah memancarkan cahayanya. Sinarnya menghangatkanku yang sedang duduk santai di teras rumah. Anakku, yang usianya masih lima tahun menghampiri dan ikut duduk di sampingku. Ia menatap wajahku, dan aku membalas tatapannya. Beberapa kata keluar dari mulut mungilnya. “Pak, hari ini kita makan, gak?” tanyanya dengan suara lirih dan bibir yang memucat. Pertanyaan sederhana itu membuat hatiku terenyuh, mengguncang ketenanganku. Aku masih mengingatnya dengan jelas. Tiga tahun lalu, ibunya — istriku meninggalkan kami. Ia pergi karena tubuhnya tak kuat lagi menahan lapar. Hipoglikemia dan malnutrisi telah merenggutnya, setelah sekian lama ia memilih mendahulukan kami daripada dirinya sendiri. Ketika kuajak makan bersama, ia selalu tersenyum, menjawab, “Ibu udah makan, Pak,” atau “Bapak duluan saja, Ibu nyusul.” Senyum itu masih jelas tergambar seakan baru kemarin ia mengucapkannya. Aku menyesal, kenapa dulu aku tidak memaksanya untuk makan bersama kami? Walau porsi makan hanya cukup u...

Penulis yang Kehilangan Isi Otaknya

  Cerpen Fauzan Murtadho (Dimuat di Majalah Kandaga Edisi XXVI/Desember/2024) Entah sejak kapan Dumas kehilangan isi otaknya. Padahal beberapa hari lagi adalah jadwalnya untuk mengirim sebuah naskah pada komunitas menulis yang diikutinya.  "Dimana hilangnya keresahan-keresahan itu?" gumamnya dalam hati sambil mencari di pekarangan rumahnya. Satu pekan sebelumnya, Dumas disibukkan oleh pekerjaan kantornya. Atasannya menekannya untuk menyelesaikan semua tugas sebelum pergantian bulan. Akhirnya, Dumas mencoba fokus dan berusaha menyelesaikan sesuai dengan perintah atasannya.  Tibalah Dumas pada pengujung bulan. Setiap jam, menit bahkan detik waktu sangat berharga baginya. Ia dibayang-bayangi perasaan khawatir tugas yang diberikan itu tidak kunjung selesai pada waktunya. Namun, betapa lega dan senangnya perasaan Dumas ketika telah menyelesaikan tugas kantornya sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Kegembiraannya berlipat ganda karena sebentar lagi ia juga akan men...