Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Ela Fatihah (Kutuliskan Rinjani di Goa Walet, Tongkang Avisha Penuh Keberanian, Tendensi Manipulatif)

 


Ela Fatihah, dilahirkan dan besar bersama kedua orang tua di Serang. Lahir 11 Januari 1990, kemudian berhijrah tempat setelah menikah dan berkembang biak bersama anak- anak lucu dan kriwil di Cilegon. Tidak pernah mendapat penghargaan apa pun dalam bidang sastra, lebih fokus sebagai penikmat sastra, penikmat senyum anak, dan penikmat uang suami. Cukup sekian dan terima gaji.


Puisi-Puisi Ela Fatihah

Kutuliskan Rinjani di Goa Walet 

Epilog cerita:
Kelak kau tahu Nak, pindah dari gunung ke gunung bukan dibanggakan
Kelak kau tahu Nak, panggil aku ibu
Lengkapi ceritamu pada proses manis melulu
Rindu tak lekas dihancurkan, tapi berkesan menyenangkan
Ibu tulis namamu di Goa Walet
Tanpa jeda tanpa eja tanpa hampa:
Dania Isaura Rinjani
Ibu membayangkan berjalan di Desa Sembalun, menatap Danau Sagara anak dan menikmati nyanyian kicau burung Otus Jolandae. Bercerita lain, ibu gagal menjelajah isi bumi karena terpaut oleh isi hati
Hai cantikku, angin lembutku kau lahir tanpa jeda
Nafas dari nafasku
Senyum dari senyumanku
Sajak kehidupan dari doa bapak ibu

Cilegon, 10 Februari 2026


Tongkang Avisha Penuh Keberanian

Plung, bunyi kail pancing ikut mengarungi lautan
Tersembunyi harap dan cemas dari seorang bapak lautan
Tersembunyi gurat senyum pada tanggal kepastian
Mengagumi lautan seperti mengagumi harapan
Perempuan cantik lahir ke bumi dengan jiwa seluas lautan
Ah, aku sudah punya yang idaman tersenyum melawan keraguan
Plung, terlalu jauh kail itu bertaut
Beri aku sekali lagi, doa-doa yang melangit
Tongkang kesaksian
Tongkang keberanian
Aku lahir dan tersenyum: Dhara Avisha Kagumi
Akan aku penuhi semua doa baik yang tersembunyi

Cilegon, 12 Februari 2026


Tendensi Manipulatif

Duniaku singgah pada jiwa manipulatif
Punya topeng untuk berperan
Punya topeng retak perlahan
Ternyata manipulatif butuh panggung
Butuh validasi yang menggunung
Butuh totalitas yang ingin disinggung
Dasar bodoh, tenang adalah bukti
Tanpa mencaci tanpa memaki
Begitulah manipulatif nyatanya menjadi konsumsi
Dasar bodoh, jiwaku berkata lain untuk pergi
Begitulah manipulatif nyatanya menjadi tendensi

Cilegon, 13 Februari 2026


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peserta Klinik Menulis Angkatan #7

  Untuk membuka kembali kelas menulis daring, barangkali saya-- Encep Abdullah , selaku penggagas dan mentor ruang ini--perlu menghela napas panjang, bahkan perlu bersemadi dulu di ruang hening. Tentu, kegiatan positif macam ini akan cukup menguras energi, waktu, dan pikiran karena harus mendampingi rekan-rekan untuk benar-benar menjadi penulis. Saya tidak hanya menerima kawan-kawan yang masih pemula, tetapi juga kawan-kawan yang barangkali sudah terlatih menulis tapi masih bingung harus bagaimana lagi, bahkan barangkali ada juga penulis yang sudah hebat tapi merasa belum istikamah dan konsisten untuk terus menulis. Oleh sebab itu, Klinik Menulis hadir untuk rekan sekalian. Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang sudah bergabung dan menjadi bagian dari ruang belajar bersama ini.  Berikut nama-nama peserta Klinik Menulis #7:   Kategori Puisi   Budi Santoso , dilahirkan di provinsi Lampung pada tahun 1999. No...

Referensi Bacaan

SEBELUM MULAI MENULIS, WAJIB BACA REFERENSI BERIKUT!  1. Referensi empat buku alumni Klinik Menulis (puisi, cerpen, esai).  https://drive.google.com/drive/folders/19feKHK0dh1Lakndd2YT9X80l1FABBLwg?usp=sharing 2. Referensi buku karya pilihan NGEWIYAK.com (puisi, cerpen, esai) https://drive.google.com/file/d/1zxRmB4-6g2H9JjjASGFSAd9ZlXnAEk9y/view?usp=drive_link dan https://drive.google.com/file/d/1YftHvtNLXa_w5Ju32KHE293N25WueWuY/view?usp=drive_link 3. Referensi buku karya Encep Abdullah (puisi, cerpen, esai) https://drive.google.com/drive/folders/1nJCxHUZ_aoV51e75D3CkgfM3xzOf9xRw?usp=sharing 4. Materi singkat menulis puisi, cerpen, esai Encep Abdullah https://drive.google.com/drive/folders/1ls_7N-WRAQ360aAEamIa-2cfvDYbYWFM?usp=sharing 5. Daftar media online yang menerima tulisan puisi, cerpen, esai https://drive.google.com/file/d/17hQdR6vFz8_JsnQy00BbftDRXyQzYlJW/view?usp=sharing Referensi Lain   Referensi Bacaan Peserta Kelas Puisi   1.Puisi Chairil Anwar https://w...

Tentang Klinik Menulis

Tentang Klinik Menulis Klinik Menulis merupakan komunitas literasi (WA) yang didirikan oleh Encep Abdullah pada 3 Desember 2016. Sebab-musabab didirikan komunitas ini adalah permintaan banyak pihak di medsos kepada Encep Abdullah. Akhirnya, Encep merenung dan memutuskan membuat grup menulis di WA. Maka, jadilah nama Klinik Menulis, terinspirasi dari grup sebelah, Klinik Bahasa.  Mulanya anggota Klinik Menulis terdiri atas anak muda berusia 17—25 tahun yang berasal dari berbagai daerah: NTB, Aceh, Papua, Cianjur, Bogor, Kalimantan, Banten, dan sebagainya. Memilih peserta anak muda karena mereka tidak sibuk mengurus pekerjaan rumah tangga dan biar pekerjaan menulis bisa fokus. Lalu, stigma itu keliru. Ternyata, pelajar dan mahasiswa juga sama-sama sibuk layaknya mereka yang sudah berkeluarga. Kendala mereka sangat klasik: lupa, malas, tidak konsisten menulis. Klinik Menulis sudah mengarsipkan empat buku: Telolet, Puisi, dan  Kerikil Sepanjang Jalan (Angkatan #1, 2017), Nun dan...