Langsung ke konten utama

Pertemuan Virtual Ketiga Klinik Menulis #7

 




Rangkuman materi dari Rois Rinaldi

1.Skill yang Harus Dimiliki Penulis di Era AI

Penulis di era AI perlu memiliki kemampuan berpikir human-centric (berpusat pada manusia). Tanpa itu, penulis hanya bergantung pada prompt, padahal prompt bukanlah bentuk berpikir yang sesungguhnya. AI tidak memiliki kecerdasan emosional, sosial, dan budaya—padahal karya sastra lahir dari pengalaman manusia dan kebudayaan.

Karena itu, kita harus memilih: berkarya sebagai manusia atau sekadar mengandalkan AI. Tidak menggunakan AI sama sekali mungkin kurang bijak, tetapi menyerahkan semuanya kepada AI juga berbahaya. Posisi terbaik adalah menjadikan AI sebagai asisten, bukan pengganti.

Hal penting lainnya adalah original voice (suara otentik) dan tone of voice (warna khas penulis). Integritas harus dijaga. Misalnya, meskipun sebuah buku bisa dibuat cepat dengan bantuan prompt engineering, penulis tetap harus mengembalikan suara dan identitas dirinya ke dalam karya tersebut.


2.Cara Pengarang Besar Menjadi Abadi

Sebenarnya, tidak ada pengarang yang secara sengaja “merawat diri” agar abadi. Keabadian mereka lahir dari karya dan gagasan yang mereka tulis.

Buku bisa saja hilang, tetapi ide, nilai, dan pemikiran akan tetap hidup—diteruskan melalui tulisan maupun percakapan.

Jika ingin menciptakan karya yang abadi, maka sejak awal tulisan harus:

-Memiliki dampak signifikan (dari segi bentuk, isi, maupun pengaruhnya)

-Berangkat dari suara yang otentik

-Ditulis dengan kejujuran

Banyak karya terlihat hebat, tetapi kehilangan jati diri penulisnya. Padahal, justru keaslian itulah yang membuat karya bertahan lama.


3.Distraksi yang Harus Dihadapi Penulis

Distraksi tidak perlu dihindari, karena dunia penulis memang penuh dengan gangguan, masalah, dan kebisingan. Semua itu adalah bagian dari proses kreatif.

Masalah utama bukan pada distraksi, melainkan pada pikiran “tidak bisa” dalam diri penulis.

Cara mengatasinya:

-Melatih diri untuk tetap fokus

-Bertahan di tengah gangguan

-Membangun ketahanan mental

Semakin terbiasa bertahan, semakin kita tidak terganggu oleh distraksi. Banyak karya besar justru lahir di tengah situasi sulit seperti perang, kelaparan, atau krisis.

Menulis menuntut disiplin, dan disiplin adalah hal yang wajib dimiliki.


4.Ritual untuk Penulis Pemula

Ada dua hal utama yang perlu dilakukan:

-Membaca secara konsisten

-Mengatur waktu dengan baik untuk menulis

Kedua hal ini adalah fondasi dasar untuk berkembang sebagai penulis.


5.Cara Memantaskan Diri sebagai Penulis di Hadapan Publik

Seorang penulis perlu:

-Menunjukkan karya tanpa merasa paling hebat

-Berani berpikir tanpa merasa paling benar

-Siap menerima kritik

Selain itu: 

-Ukur perkembangan diri berdasarkan standar pribadi, bukan membandingkan dengan orang lain

-Terbuka menerima ilmu dari siapa pun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peserta Klinik Menulis Angkatan #7

  Untuk membuka kembali kelas menulis daring, barangkali saya-- Encep Abdullah , selaku penggagas dan mentor ruang ini--perlu menghela napas panjang, bahkan perlu bersemadi dulu di ruang hening. Tentu, kegiatan positif macam ini akan cukup menguras energi, waktu, dan pikiran karena harus mendampingi rekan-rekan untuk benar-benar menjadi penulis. Saya tidak hanya menerima kawan-kawan yang masih pemula, tetapi juga kawan-kawan yang barangkali sudah terlatih menulis tapi masih bingung harus bagaimana lagi, bahkan barangkali ada juga penulis yang sudah hebat tapi merasa belum istikamah dan konsisten untuk terus menulis. Oleh sebab itu, Klinik Menulis hadir untuk rekan sekalian. Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang sudah bergabung dan menjadi bagian dari ruang belajar bersama ini.  Berikut nama-nama peserta Klinik Menulis #7:   Kategori Puisi   Budi Santoso , dilahirkan di provinsi Lampung pada tahun 1999. No...

Referensi Bacaan

SEBELUM MULAI MENULIS, WAJIB BACA REFERENSI BERIKUT!  1. Referensi empat buku alumni Klinik Menulis (puisi, cerpen, esai).  https://drive.google.com/drive/folders/19feKHK0dh1Lakndd2YT9X80l1FABBLwg?usp=sharing 2. Referensi buku karya pilihan NGEWIYAK.com (puisi, cerpen, esai) https://drive.google.com/file/d/1zxRmB4-6g2H9JjjASGFSAd9ZlXnAEk9y/view?usp=drive_link dan https://drive.google.com/file/d/1YftHvtNLXa_w5Ju32KHE293N25WueWuY/view?usp=drive_link 3. Referensi buku karya Encep Abdullah (puisi, cerpen, esai) https://drive.google.com/drive/folders/1nJCxHUZ_aoV51e75D3CkgfM3xzOf9xRw?usp=sharing 4. Materi singkat menulis puisi, cerpen, esai Encep Abdullah https://drive.google.com/drive/folders/1ls_7N-WRAQ360aAEamIa-2cfvDYbYWFM?usp=sharing 5. Daftar media online yang menerima tulisan puisi, cerpen, esai https://drive.google.com/file/d/17hQdR6vFz8_JsnQy00BbftDRXyQzYlJW/view?usp=sharing Referensi Lain   Referensi Bacaan Peserta Kelas Puisi   1.Puisi Chairil Anwar https://w...

Tentang Klinik Menulis

Tentang Klinik Menulis Klinik Menulis merupakan komunitas literasi (WA) yang didirikan oleh Encep Abdullah pada 3 Desember 2016. Sebab-musabab didirikan komunitas ini adalah permintaan banyak pihak di medsos kepada Encep Abdullah. Akhirnya, Encep merenung dan memutuskan membuat grup menulis di WA. Maka, jadilah nama Klinik Menulis, terinspirasi dari grup sebelah, Klinik Bahasa.  Mulanya anggota Klinik Menulis terdiri atas anak muda berusia 17—25 tahun yang berasal dari berbagai daerah: NTB, Aceh, Papua, Cianjur, Bogor, Kalimantan, Banten, dan sebagainya. Memilih peserta anak muda karena mereka tidak sibuk mengurus pekerjaan rumah tangga dan biar pekerjaan menulis bisa fokus. Lalu, stigma itu keliru. Ternyata, pelajar dan mahasiswa juga sama-sama sibuk layaknya mereka yang sudah berkeluarga. Kendala mereka sangat klasik: lupa, malas, tidak konsisten menulis. Klinik Menulis sudah mengarsipkan empat buku: Telolet, Puisi, dan  Kerikil Sepanjang Jalan (Angkatan #1, 2017), Nun dan...