Puisi Aris Rahman Yusuf (Dimuat di nominaidekarya.com , 15 Okt 2024) Rumah Bambu Saat membersihkan rumah terlintas olehku tentang sebuah ingatan rumah bambu berdinding kata mutiara Di kamar tengah aku pernah tenggelam oleh banjir air mata sebab sebuah kepulangan Setelah kepulangan bayangan lesap kata-kata tergenggam erat dan, ketika lepas ia beraroma mawar Mojokerto, 9 Agustus 2024 Lengkapnya baca DI SINI! Biodata Penulis Aris Rahman Yusuf , pencinta bahasa dan editor lepas. Suka menulis puisi dan nonfiksi. Tulisannya pernah terbit berupa antologi, di media massa, dan di media daring. Dua buku puisinya yang sudah terbit, yaitu Ihwal Kematian Air Mata (buku puisi solo) dan Lelaki Hujan (buku puisi duet). Facebook: Aris Rahman Yusuf dan Instagram: @aryus04.
Cerpen Fauzan Murtadho (Dimuat di Majalah Kandaga Edisi XXVI/Desember/2024) Entah sejak kapan Dumas kehilangan isi otaknya. Padahal beberapa hari lagi adalah jadwalnya untuk mengirim sebuah naskah pada komunitas menulis yang diikutinya. "Dimana hilangnya keresahan-keresahan itu?" gumamnya dalam hati sambil mencari di pekarangan rumahnya. Satu pekan sebelumnya, Dumas disibukkan oleh pekerjaan kantornya. Atasannya menekannya untuk menyelesaikan semua tugas sebelum pergantian bulan. Akhirnya, Dumas mencoba fokus dan berusaha menyelesaikan sesuai dengan perintah atasannya. Tibalah Dumas pada pengujung bulan. Setiap jam, menit bahkan detik waktu sangat berharga baginya. Ia dibayang-bayangi perasaan khawatir tugas yang diberikan itu tidak kunjung selesai pada waktunya. Namun, betapa lega dan senangnya perasaan Dumas ketika telah menyelesaikan tugas kantornya sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Kegembiraannya berlipat ganda karena sebentar lagi ia juga akan men...